• 9

    Oct

    Menyatu

    Ketika mawar lahir Dari kandungan hutan Menjelma jadi seorang puteri Dengan tangan malaikat Ia datang hampiriku Mengenggamku Menatapku Dan angin, Menyiarkan kemesraan kami Ke penjuru dunia Mata tegasmu Menatapku dalam Seakan ingin porak-porandakan perasaanku Di bulan purnama itu Cinta begitu tegas Merasuk ruang hidupku Cintamu bagai piramida Abadpun tak mampu hancurkannya Cintamu bagai anggrek Cuacapun tak bisa taklukkannya Aku, mengagumi misterimu Ach, engkau sempurna yang kumiliki Bisikku saat rekatkan bibir kita Ada kesegaran jiwa Seperti marquisa di kampung kita Yang baru di petik & diperas sarinya Jauh di lubuk hati Tumbuh pengharapan Semoga selalu sehatlah engkau Dan cerialah…. Merasakan kecup bibirmu Yang tawarkan kehangatan Dan tarikkan nafasmu, Seakan membawaku ma
  • 2

    Aug

    Biarlah Senja Hujan

    Ketika kutulis ini buatmu Senja, semoga tetap indah Langit cerah, awan merekah Kupinta engkau membaca Tanda jiwa, isyarat rasa Andai senja nanti akan hujan Usah bersedih Bermuram lalu menangis Senyumlah Alam senantiasa bahagia Sambut bulan penuh berkah Walau senja turun hujan Ketahuilah, aku tak sedang bersedih Tersenyumlah Ada kenangan kita Yang pernah bermain hujan Tak pernah kusengaja Jika senja nanti turun hujan Berhentilah berpikir Kalau engkau akan kulupakan Lalu hapus jejakmu dengan rintiknya Percayalah, Kokoh tembok logika Pembentur jiwa untuk lupakanmu Hati tetap jadi pemenang Maka, Jika senja akan menghujan Nyanyikanlah lagu rindu Dan kembangkanlah Payung jingga yang biasa engkau bawa Alam Akan aminkan semua perjumpaan Seperti tanah Yang rindu bertemu rintik hujan Laksana
  • 2

    Aug

    Sebutir Bintang, Hilang

    Semalam Sebutir bintang hilang Direnggut tangan legam Bulan tumbang Menyuramkan malam yang turun Menyerkup riang Menyuntik gerun Dalam hati yang hiba Kuteropong langit dengan jantung Debarnya laksana genderang perang Kelebatmu tak tersua Hingga datang pagi Engkau hanya dalam mimpi Manusiakah itu Berlengan legam dan berhati hitam Lenyapkan bintang Matikan kedipan Mencerca harapan Engkau laksana sebutir bintang Permata ibunda Penawar ayahanda Penyuluh kasih Ada dimana @R_Gints photo internet
  • 18

    Jun

    Nasibmu TOR-TOR

    Budaya kita di klaim negara lain? Sudah biasa, karena negara kita selalu mengajarkan dan membiarkan proses plagiat, proses duplikat, bajakan berkembang luas. Kita terpancing emosi lalu menunduk malu karena kenyataannya kitalah sendiri yang tidak menghargai budaya bangsa sendiri. Dulu ada batik yang diklaim, ada juga reok Ponorogo ikut diklaim, masakan rendang Padang dan kini tarian “TOR-TOR dan Gondang Batak” giliran yang kena klaim. Ada apa dengan bangsa kita ini? Hingga satu demi satu identitas budaya serta identitas bangsa diakui oleh bangsa lain dan yang lebih menyakitkan diklaimnya oleh bangsa tetangga yang dulu notabene belajar bertaninya dari kita. Sebagai mana yang kita ketahui bahwa Batak terbagi dari 5 suku (Karo, Toba, Simalungun, Mandailing dan Tapanuli) adalah
  • 6

    May

    Kami (Akademi Berbagi Bogor)

    Akademi Berbagi begitulah kami menyebutnya, di dalam kami bersatu dan bersaudara. Tak ada yang merasa saling mengungguli atau menggurui, karena kami bekerja sama untuk saling berbagi. Akademi Berbagi adalah gerakan sosial yang bertujuan untuk berbagi ilmu pengetahuan serta wawasan yang bisa diaplikasikan secara langsung. Semua kegiatan yang dilaksanakan tidak bertujuan untuk mendapatkan nirlaba, melainkan dalam rangka meningkatkan kompetensi dari seluruh lapisan masyarakat. Singkatnya, di Akademi berbagi kita semua adalah peserta, kita semua adalah relawan, kita semua adalah murid, kita semua adalah pengelola dan kita semua adalah guru yang semuanya rela berbagi ilmu serta pengalamannya. Tepat pada tanggal 6 April 2012 (kebetulan tepat dengan hari lahir saya) Akademi Berbagi Bogor

Author

Follow Me

Search

Recent Post