• 4

    Jan

    Berapa Gajimu, BU

    Berapa Upahmu, BU Hidupku, hidupmu dan hidup kalian hadir pertama kali di rahim seorang perempuan, dialah IBU. Selalu ada ribuan barisan kata yang tak pernah lelah ibu ucapkan dan ia selalu tahu cara mendoakan anak anaknya pada Tuhan. Air mata tak jarang sebagai lekatnya sebuah permintaan, sebuah harapan serta berbagai mantra mantra kehidupan yang dihadapinya. Surga di telapak kaki ibu”, sebuah ungkapan familiar dan seolah olah menjadi indikasi begitu besar peran ibu (perempuan) dalam kehidupan. Bagiku, ibu ya ibu dan surga ya surga, karena dalam bayanganku kesederhanaan seorang ibu tak mungkin menandingi kesempurnaan surga yang di janjikan Tuhan. Surga yang di gambarkan (konon dalam semua kitab suci) selalu akan menjanjikan keindahan hidup setelah mati, kenyamanan, serta keabadian.
  • 23

    Dec

    Catatan Lalu

    Cerita malam Tentang catatan kemarin Selalu menawarkan tentang kesunyian dan kesepian Tak lama memang Jika ku hitung dengan detik Namun pergantian menit Selalu terasa lama untuk menunjukan jam Dan aku Tak mau larut dalam andaikan dulu Terbesit dalam inginku untuk meramu harapan, agar hari itu tak pernah berakhir. Namun rasanya tidaklah mungkin, karena intervensiku pada waktu akan membuat pengembara hidupku berlalu tak bermakna. Mungkin tak begitu indah, tapi cukup berarti sebagai obat kerinduanku saat ini. Saat ini, saat senja tadi menari menyambut datangnya malam dan bulan tersenyum indah, semua tersanding di sini. Di samping pengembaraanku dalam menuai makna, ada cerita sederhana yang sedikit mewakili asa dalam cerita dan nostalgia. Ku hitung hidup dari detik, tak tera
  • 24

    Nov

    Menuju Pelabuhan Terakhirku

    Tulisan ini merupakan rangkaian ke-5 dalam rangkai cerita yang bertema #Crot yang di gagas secara spontan dan gila oleh rekan rekan Rumah Kata Bogor. Bagi saya ini merupakan pengalaman pertama, semoga kegilaan kalian semua tertular kepada saya. Cerita ini di awali oleh si Dosen yang kalem saat pertama kali mengenalkan diri, ternyata begitu sudah kenal dekat dengan beliau tak lebih seperti turunan almarhum Benyamin hanya nasib yang membedakan hidup mereka. Dia adalah Adi Purwanto, yang lebih di kenal sebutan WKF @wkf2010 dalam http://wongkamfung.boogoor.com/mendadak-crot.html. Rangkaian cerita ini lalu di sambung oleh seorang polisi berbudaya yang kumisnya mengalahkan kumis Adolf Hitler. Adalah Ifan Musyarief @abahzoer yang melanjutkan rangkaian cerita #Crot ini dalam blognya http://abahz
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post