• 6

    May

    Kami (Akademi Berbagi Bogor)

    Akademi Berbagi begitulah kami menyebutnya, di dalam kami bersatu dan bersaudara. Tak ada yang merasa saling mengungguli atau menggurui, karena kami bekerja sama untuk saling berbagi. Akademi Berbagi adalah gerakan sosial yang bertujuan untuk berbagi ilmu pengetahuan serta wawasan yang bisa diaplikasikan secara langsung. Semua kegiatan yang dilaksanakan tidak bertujuan untuk mendapatkan nirlaba, melainkan dalam rangka meningkatkan kompetensi dari seluruh lapisan masyarakat. Singkatnya, di Akademi berbagi kita semua adalah peserta, kita semua adalah relawan, kita semua adalah murid, kita semua adalah pengelola dan kita semua adalah guru yang semuanya rela berbagi ilmu serta pengalamannya. Tepat pada tanggal 6 April 2012 (kebetulan tepat dengan hari lahir saya) Akademi Berbagi Bogor
  • 2

    May

    Pejuang Yang Mendidik (Ki Hajar Dewantara)

    Siapa yang tak ingat nama Ki Hajar Dewantara? Ya, salah seorang pahlawan nasional yang lahir pada tanggal 2 Mei 1889. Dengan nama kecil Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, namun sejak tahun 1922 nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat diganti dengan nama Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah salah seorang tokoh yang dilahirkan dari lingkungan keraton di Yogyakarta, namun rendah hati hingga selalu memiliki pemikiran-pemikiran untuk meratakan kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan rakyat Indonesia. Buah pemikiran beliau tersebut bukanlah hal yang mudah dilakukan pada masa penjajahan kolonial Belanda. Semasa muda, Ki Hajar Dewantara pernah bekerja sebagai penulis dan juga wartawan di beberapa surat kabar. Di masanya, beliau tergolong penulis handal karena tulisan-tulisannya begitu tajam dengan
  • 15

    Apr

    Charity Night Ala Wanda Hamidah dan Kartika Djoemadi

    Pesantren Daarul Uluum adalah salah satu pesantren tua di Bogor, yang didirikan oleh KH. Elon Sudja’i pada tahun 1959 dengan misi konsisten dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Kepedulian inilah yang terus diwariskan oleh almarhum KH. Elon Sudja’i kepada anak-cucunya. Hingga kini pesantren ini diketuai oleh ustadz Nasrudin Latif, yang merupakan cucu dari KH. Elon Sudja’i. Membina dan mendidik anak yatim bagi pesantren Daarul Uluum sudah menjadi prinsip karena mengurusi anak yatim adalah tanggung jawab sesama dengan tidak membedakan status sosial, jabatan ataupun kekayaan. Karena itu Daarul Uluum tak pernah sungkan untuk mengajak siapapun yang peduli terhadap pendidikan, apalagi peduli pendidikan bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Misi keped
  • 13

    Apr

    JLEB, MATILAH KAU (Jakarta oh Jakarta)

    Ke Jakarta aku kan kembali… Walaupun apa yang kan terjadi… Kita tentu ingat lirik lagu tersebut, ya lagu dari grup musik Legenda “Koes Plus”. Lagu yang menggambarkan bahwa begitu besarnya magnet Jakarta, hingga semua orang berlomba lomba untuk bisa hidup di Jakarta walau belum jelas apa yang akan dihadapinya. JAKARTA… Kota terbesar, kota termegah, kota terhidup, kota terpadat, kota termacet dan masih banyak sebutan “ter” untuk Jakarta. Semuanya ada di Jakarta dan semuanya tersedia di Jakarta. Mencoba membuka sedikit sisi lain dari Jakarta dan pasti beda penafsiran bagi setiap individu yang membacanya. Mungkin karena begitu kompleks masalah yang dihadapi Jakarta atau mungkin begitu banyak GURITA yang mengguna Jakarta sebagai kekuatan. Kekuatan y
  • 30

    Nov

    Priittt... Uang Masuk Kantong

    Pritt.., peluit itu berbunyi. Suara itu berasal dari tiupan anak muda yang selalu nongkrong di mini market itu. Dia hanya meniup peluit, tapi tidak membantu menata parkir motorku. Dia kembali ngobrol dengan temen temennya dan begitulah selalu setiap kali saya belanja. Saat selesai belanja, dia meniup kembali peluitnya, lalu menadahkan tangan meminta uang parkirnya. Entah sudah berapa motor dan mobil yang parkir di mini market ini sejak pagi hingga saya parkir sekarang (lirik jam, sekarang pukul 22.30 WIB). Kalau satu motor Rp 1.000;00, mobil juga demikian, sudah berapa rupiah mengalir ke sakunya. Sejenak saya berfikir, enak juga gaya dia mencari rupiah. Dengan berbekal satu buah peluit uang mengalir ke sakunya. Yang saya heran adalah kepada siapa dia menyetorkan uang parkir tersebut, seme
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post