Mengenangmu di Senja

9 May 2013

Mengenangmu di Senja

Rinai hujan di senja jingga
Benamkan aku disuatu masa
Merindu kenangan bersamamu

Rindu datang menggurat
Kenangan ikut melekat
Dan itu membuatku menggeliat

Kita berdiri menatap langit
Senja pudar dalam hujaman hujan
Disampingmu aku sibuk
Di hujam lumatan, darimu

Bernapas pelan
Nikmati hujan senja
Dalam pelukan

Aku tahu
Semua telah kunikmati denganmu
Begitu dalam membekas di hatiku

Pernah ku berfikir
Mengapa keindahan kutinggalkan
Inilah waktu
Mengakhiri kisah tanpa diakhiri

Senja masih hujan
Sampaikan padanya aku ingin bertemu
Menatap langit seperti dulu
Tanpa aku berbalik meninggalkanmu

Aku masih berharap
Engkau di sana
Di bawah pohon yang sedang gugur
Menatapku dengan senyum

Bila tak ada
Mungkin aku harus belajar
Tentang cinta dari kita
Merelakan tak memaksakan

Senja, air mataku jatuh
Aku yang menjauh
Menuju masa depan tanpamu

Ketahuilah
Aku masih terbenam di sudut mimpi
Terjaga dalam detak waktu
Mengenangmu..

Raga ini memang di depan
Namun terdiam tak bergerak
Menatap rumah kosong impian kita

Masihkah bisa
Udara dingin bekukan waktu
Agar segala tanya terjawab
Dan biarkan rasa membara ini menguap

Di jalanku masih ada luka
Tertusuk duri kenangan
Yang selalu menembus hati rapuh
Hingga air mata ini sering jatuh

Mungkin aku masih setia dengan bodoh
Menyimpan rasa di balik kenangan
Sering muncul menjadi gejolak

Seperti gejolak air di genangan kecil
Tepi jalan rusak tak diperhatikan
Hanya aku sendiri yang rasakan

Aku menatap langit nanti malam
Mencari bintang
Bernapas dan tersenyum
Menangis dan tertawa
Bersamamu meski hanya semalam

@rudigints


TAGS Khalil Gibran Chairil Anwar


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post