Menyatu

9 Oct 2012

Ketika mawar lahir
Dari kandungan hutan
Menjelma jadi seorang puteri
Dengan tangan malaikat
Ia datang hampiriku
Mengenggamku
Menatapku
Dan angin,
Menyiarkan kemesraan kami
Ke penjuru dunia

Mata tegasmu
Menatapku dalam
Seakan ingin porak-porandakan perasaanku
Di bulan purnama itu
Cinta begitu tegas
Merasuk ruang hidupku

Cintamu bagai piramida
Abadpun tak mampu hancurkannya
Cintamu bagai anggrek
Cuacapun tak bisa taklukkannya
Aku, mengagumi misterimu

Ach, engkau sempurna yang kumiliki
Bisikku saat rekatkan bibir kita
Ada kesegaran jiwa
Seperti marquisa di kampung kita
Yang baru di petik & diperas sarinya

Jauh di lubuk hati
Tumbuh pengharapan
Semoga selalu sehatlah engkau
Dan cerialah….

Merasakan kecup bibirmu
Yang tawarkan kehangatan
Dan tarikkan nafasmu,
Seakan membawaku masuk
Ke jiwamu
Lalu berpesan;
“Duduklah di singgasana hatiku, bijaksanalah dan ariflah menjalankan roda perasaanku”

Berlimpahnya cintamu
Dan betapa manis harapanmu akan diriku
Membelaimu adalah keharusan
Menjagamu adalah kemuliaan

Malam terus hembuskan nafas birahi
Dan hati kita mulai tergerak api asmara
Dahagaku,
Berilah air asmaramu
Dihadapanmu,
Aku telah berdiri tegak
Dan tangan ini
Selalu tak sabar
Lepaskan helaian penutup tubuh sempurnamu
Biarlah helaian itu terjatuh
Bagai guguran dedaunan di musim kemarau

Aku ingin,
Setiap saat diriku adalah persembahan
Yang wajib engkau nikmati
Engkau teristimewa
Yang di pilih penghuni kayangan

Engkau juga tahu
Besarnya hawa nafsu yang kumiliki
Begitu keras,
Padat,
Liat,
Yang senantiasa membawamu terdampar
Terkapar dalam asmaragama
Begitu nikmat
Bahkan teramat nikmat

Engkau adalah penghuni
Ruang hampa sukma pencintaku pemuda
Dan hanya engkaulah
Yang bisa menyatu di jiwaku

Tuhan…
Jika darah ini mengalir sesuai kehendak-Mu
Maka alirlah ia
Jikalau kakiku ini melangkah selain di jalan-Mu
Maka lumpuhkanlah ia
Apapun ingin-Mu atas jasmani ini lakukanlah
Asal jiwa raga ini bergembira bersamanya
Aku ikhlas….

Merunduk menciummu
Itu sebuah seni
Yang memperkenalkanku pada desah agung
Ciumanmu bagaikan kecupan surga
Mengajariku
Bahwa bibir yang terpagut di dalam cinta
Selalu menyingkap rahasia langit
Yang tidak terungkap oleh lidah

Di puncak indahnya kenikmatan
Di hadapanmu…
Kehidupan tempatku menjadi besar dan indah
Suatu kehidupan berawal pertemuan denganmu
Memiliki keabadian
Seperti yang telah dianugerahkan harum
Kepada bunga mawar

Sinilah sayang…
Akan selalu kupeluk engkau sampai tertidur
Dan tak akan kulepas hingga engkau terbangun

photo: internet


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post