Lebay bin Alay ala Fastabiqul Khairat (Marissa Haque)

9 Jan 2012

img_06976

Tak pernah ada niat untuk mencari musuh di dunia maya, namun ketika kebebasan berpendapat di salahgunakan maka sayapun terusik. Nama besar dan pendidikan tinggi mungkin belum cukup untuk menjadi tolok ukur kepintaran seseorang apalagi menjadi ukuran kedewasaan serta kematangan seseorang dalam mengakui kesalahannya. Begitu juga saat memutuskan untuk berkomentar pada sebuah blog Fastabiqul Khairat ( milik Marissa Haque ). Dengan niat ingin menjalin silaturahmi dan blogwalking, saya menyempatkan diri membaca dan menyimak tulisan di blog tersebut yang berjudul:

Mulut Kotor Penyanyi Baru Dee Djumadi Kartika Trionya Memes Addie MS Motivasinya Apa Ya?: Marissa Haque Fawzi

Setelah membaca tertarik saya untuk memberikan komentar. Adapun hal yang membuat saya tertarik untuk berkomentar adalah nama Institut Pertanian Bogor ( IPB ), tempat saya dulu sempat menimba ilmu dan juga nama kanda Arief Satria. Saya mengenal IPB pada tahun 1995 dan mengenal kanda Arief Satria pada tahun yang sama, karena beliau jadi pembicara saat saya mengikuti training Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI ) cabang Bogor. Saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang hal tersebut, karena tulisan ini saya buat untuk sedikit menjelaskan tentang cerita yang simpang siur di TIMELINE twitter saya.

Saya berkomentar di blog Fastabiqul Khairat milik Marissa Haque itu hanya sekali, dan itu hanya singkat dan komentar saya adalah:

Wah ada yang jelekkan alumniku nich

Salam

(komentar ini saya kirim pada tanggal January 4th, 2012 at 16:40 sesuai dengan yang di tampilkan)

Karena moderasi blog Fastabaqul Khairat tersebut dibatasi ( dalam artian menunggu persetujuan dari pemilik baru akan tampil di halaman ), maka saya meninggalkan blog itu tanpa ada berfikir jelek apapun. Lalu pada tanggal 7 Januari 2012, TIMELINE twitter saya ada yang menyebutkan kalau komentar komentar di blog tersebut banyak yang di edit lalu ditampilkan tidak sesuai dengan aslinya Khabar ini saya dapatkan dari sahabat saya @ErfanoNalakiano, pemilik blog http://serujadiguru.blogdetik.com, maka saya mencoba buka kembali blog tersebut dan hasilnya adalah berubah menjadi :

rudigints Says:
January 4th, 2012 at 16:40

Wah berani beraninyasi perempuan tengil Dee Kartika Djumadi yang mengaku lebih pintar dari mbak Marissa Haque dan lulusan Amsterdam Universiteit menjelek-jelekkan IPB almamater saya ya? Awas kamu Dee!

Sebagai orang yang merasa tidak pernah berkomentar begitu tentu saya merasa dirugikan, karena terkesan saya ikut bermusuhan dengan yang namanya Dee Kartika Djumadi dan membela pemilik blog. Saya coba mengklarifikasi kepada sahabatku tersebut bahwa saya tidak pernah berkomentar demikian dan selanjutnya ramailah cerita ini menghiasi TIMELINE twitterku sampai aku menulis tulisan ini. Ternyata yang mengalami hal ini bukan saya saja, terbukti sahabat blogger yang lain juga mengalami hal yang sama, diantaranya @harismaul dalam tulisannya di blognya http://tinyurl.com/7mdvyz8 dan juga @nonadita. Bahkan @nonadita komentarnya klarifikasinya juga di hapus.

Saya jadi tertarik untuk mencoba mengklarifikasi lagi dengan menulis komentar klarifikasi di blog tersebut, karena menurut keterangan seorang sahabat, sistem moderasi akan gugur ketika komentar pertama sudah di terima. Komentar ke 2 saya adalah:

Wah berani beraninyasi perempuan tengil Dee Kartika Djumadi yang mengaku lebih pintar dari mbak Marissa Haque dan lulusan Amsterdam Universiteit menjelek-jelekkan IPB almamater saya ya? Awas kamu Dee! ( INI BUKAN KOMENTAR SAYA YANG ASLI )

Sebagai pemilik blog dan katanya berpendidikan, saya harap hapus komentar saya. Saya pribadi tidak peduli dengan masalah pribadi anda dengan siapa. Awalnya saya hanya berkomentar:


Wah ada yang jelekkan alumniku nich

Salam


Saya merasa sangat di rugikan dengan anda merubah komentar saya, karena terkesan saya juga ikut ikutan punya masalah dan pasang badan untuk permasalahan anda dengan Dee Kartika Djumadi. Bagi para pembaca, boleh mampir di blog saya, pernahkah saya menulis dengan tipe tulisan seperti yang di edit di atas?

Nama blog sungguh islami, tapi kok bisanya mengedit edit komentar yang masuk. Saya tunggu klarisifikasinya dalam batas waktu tertentu. Saya juga alumni IPB.
Salam

Komentar ke 2 ini saya postkan pada tanggal 8 januari 2012 pukul 23.06 WIB dan langsung masuk menjadi komentar di blog tersebut.

Setelah beberapa kali saya mencoba minta kejelasan kepada yang terhormat mbak Marissa Haque lewat akun twitternya dan juga lewat dorongan dari beberapa temen yang juga melakukan hal yang sama, akhirnya saya mendapat jawaban dari mbak Marissa Haque pada tanggal 9 Januari 2012 sekitar pukul 00.00 WIB yang berbunyi :

@wkf2010 @rudigints @nonadita @1bichara FOKUS lah kepada kejahatan @deedeekartika lah saudaraku. Jangan bereblok arah saya tdk mau anda dikte

Saya malah jadi heran sekarang, mengapa orang sekaliber Marissa Haque menjawabnya tidak fokus (karena saya hanya menuntut kejelasan tentang perubahan komentar saya di blognya) sementara beliau melalui twitter meminta kami fokus? Lalu saya coba jawab twitter dari mbak Marissa Haque selang beberapa menit melalui twitter yang isinya:

Itu urusan pribadi anda, mengapa komentar saya di rubah? saya dirugikan RT @HaqueMarissa @wkf2010 @nonadita @1bichara @deedeekartika

Sampai saya menulis tulisan ini tidak ada jawaban, tapi yang ada adalah tindakan penghapusan komentar komentar yang ada di blog tersebut. Dari komentar awalnya ada 30an, pada pukul 01.50 WIB tinggal 5 buah komentar saja dan komentar saya yang di rubah tidak di hapus namun komentar saya yang minta klarifikasi di hapus.

Karena penasaran, saya kembali postkan komentar ke 3 yang isinya sama persis dengan komentar ke 2 (akhirnya saya arsipkan datanya). Ini bunyi komentar ke 3 saya:

rudigints Says:
January 9th, 2012 at 01:52

Wah berani beraninyasi perempuan tengil Dee Kartika Djumadi yang mengaku lebih pintar dari mbak Marissa Haque dan lulusan Amsterdam Universiteit menjelek-jelekkan IPB almamater saya ya? Awas kamu Dee! (INI BUKAN KOMENTAR SAYA YANG ASLI)

Sebagai pemilik blog dan katanya berpendidikan, saya harap hapus komentar saya. Saya pribadi tidak peduli dengan masalah pribadi anda dengan siapa. Awalnya saya hanya berkomentar:

Wah ada yang jelekkan alumniku nich, salam

Saya merasa sangat di rugikan dengan anda merubah komentar saya, karena terkesan saya juga ikut ikutan punya masalah dan pasang badan untuk permasalahan anda dengan Dee Kartika Djumadi. Bagi para pembaca, boleh mampir di blog saya, pernahkah saya menulis dengan tipe tulisan seperti yang di edit di atas?

Nama blog sungguh islami, tapi kok bisanya mengedit edit komentar yang masuk. Saya tunggu klarisifikasinya dalam batas waktu tertentu. Saya juga alumni IPB.

Salam

Untuk menghindari kemungkinan yang lebih, lalu isi komentar saya di blog tersebut saya dokumentasikan dengan photo. Saya hanya heran, mengapa persoalan pribadi di bawa bawa, seolah olah mencari perhatian khalayak ramai di dunia maya. Saya mengenal mbak Marissa Haque sebagai idola, sebagai tokoh dan sempat terkesan dengan karier politik beliau yang begitu melejit. Namun dengan kejadian ini saya menarik semua rasa simpati saya terhadap beliau (mohon maaf ini pandangan pribadi).

Di mana letak moral, tata krama dan etika pemilik blog ketika dengan seenaknya merubah isi konten komentar orang lain untuk kepentingan pribadi. Berpolitik di lewat blog rasanya tidak ada yang melarang, namun mempolitisir komentar orang orang yang masuk dengan merubah isi asli komentarnya untuk kepentingan pribadi adalah perbuatan yang sangat MUNAFIK dan NAIF sekali. Mungkin mbak Marissa Haque perlu membaca ulang panduan di Blogdetik sebelum siap untuk membuat blog. Atau kalau tidak ada waktu untuk mengurusi blog, tidak ada salahnya memperkerjakan orang yang kompeten untuk mengelola blog anda, agar pencitraan diri anda lebih jelas dan terarah (maaf ini saran pribadi, tak mungkinlah orang yang sebesar Marissa Haque tidak sanggup menggaji satu atau 2 orang untuk mengelola social media pribadi).

Terakhir, saya cek blog tersebut (pada pukul 04.40 WIB, tanggal 9 januari 2012) hanya tinggal 3 komentar dan 3 komentar saya sebelumnya juga ikut di hapus. Melalui tulisan di blogku ini saya ingin anda meminta maaf kepada saya pribadi dan juga kepada khalayak umum karena sudah mengadu domba saya dengan orang yang tidak saya kenal sama sekali (Dee Kartika Djumadi). Sebagai catatan, semua bukti sudah saya dokumentasikan dengan rapi.

Sumber photo:

Blog Fastabiqul Khairat dan pribadi

@rudigint, 9 Januari 2012


TAGS


Comment
  • hezty tatawarna 3 years ago

    kok kayak agak gak percaya gitu ya …
    btw mau tanya nih , emang bisa ya ngerubaha konten komentar orang lain ??

  • cah pamulang 5 years ago

    HIdup ijazah palsu Ratu Atut CHosiyah…kamseuopay

  • Hoody 5 years ago

    Mbok jadi orang itu yang sakmadyo ya pak….. biar hidupnya bisa tenang nyaman tentrem loh jinawi, jauh dari bermcm2 masalah meskipun tdk bisa dipungkiri hidup tak bisa lepas dr masalah…. ya sebisa mungkin kita tekan….

  • siscaviasari 5 years ago

    waduh rame, ya.. ck ck ck.. _salam kenal, saya newbie_

  • Lch 5 years ago

    Yang waras minggir & ngalah… Kalo sakit, biar ditangani dokter aja… Kalau sudah tidak tertolong, nunggu gelar terakhir aja (almh.)

  • Budi 5 years ago

    Kasih aja bocoran dikit ke infotaiment masalah ini ,…pasti dibahas terus ,.jd malu deh tuh mh

  • Agnes D. Kurnia 5 years ago

    Saya cuma mau tanya apakah hal mengenai mengedit tulisan tanpa ijin si pemilik tulisan sudah ada pasalnya di UU ITE? Karena menurut saya ini masuk kategori fitnah. Blogger yang menangkap basah, lumayan masih bisa klarifikasi (walau gondok luar biasa, kalau saya pribadi maunya sih bisa lapor ke polisi dan sewa team pengacara, tapi apa daya gak punya waktu dan biaya). Tapi bagaimana dengan Blogger yang setelah comment langsung out dan gak mengikuti lagi masalahnya, padahal commentnya di ubah 180 derajat?

  • wiwi math IPB 5 years ago

    @tika sinaga :wah…gak mau deh punya tante kayak gitu…ampun deh kakak…
    @rudigints : saya angkatan 42 mas…bener bgt mas, saya cuma gak mau IPB yang sudah baik jadi tercemar namanya krena MH. Btw kok dari rektorat n dekan nya gak ada klarifikasi atas masalah ini y???

  • Tarjiun 5 years ago

    Setelah membahas MH, isi blog Anda mulai kemasukan kata-kata negatif, meskipun isinya menjelaskan perbuatan dan kelakuan dia. Ibaratnya kuman penyakit\nya\ makin meluas dan menjangkiti siapa saja yang lewat & mampir dan juga Anda sendiri.

    Apakah tidak sebaiknya pelan-pelan kita geser topik diskusi ke arah yang lebih baik. Thanks ya.

    Salam
    Jiun

  • rudigints 5 years ago

    Mungkin beliau sakit mas Resru atau juga sudah tidak dianggap bintang lagi sehingga dia nabrak sana sini untuk menaikan lagi pamornya sambil membanggakan gelar gelarnya

    salam

  • Damian Pangea 5 years ago

    Salam kenal,

    saya sebetulnya sempat meninggalkan komentar di blogdetik milik mbak MH. Saya baru tahu kalau ada bbrp komentar yg dirubah. Harap2 cemas apa komentar saya akan berujung sama, untungnya tidak. Hanya saja ybs tidak meng-approve komen saya (yg menyarankan utk menyelesaikan permasalahan langsung dengan “D” tanpa menyinggung pihak lainnya).

    Saya termasuk pemula dalam urusan blog. Namun saya tahu, berani menuangkan pikiran di blog = berani menerima pendapat yang tidak sesuai dgn dirinya. Dibutuhkan kedewasaan dalam ber-blogging untuk menerima komentar2 yg tidak sepaham, dan juga dibutuhkan kedewasaan lebih dalam mengemukakan pendapat terlebih jika menyangkut pihak2 lain.

    Semoga ini menjadi pembelajaran buat kita semua, bahwa kedewasaan seseorang bukan diukur dari deretan gelar akademis. Namun dari berapa banyak ilmu yang bisa diamalkannya…

  • Resru Maharsi Jati 5 years ago

    Wah wah wah…. Kenapa yang namanya Marissa suka jadi trouble maker ya?? ckckckck

  • Heri Setiyawan 5 years ago

    Seru juga mengikuti kasus ini..Menurut saya..Edit komentar dan mengubahnya menjadi bernada menjelek2an orang lain itu termasuk fitnah..Dan sangat disayangkan ..apalagi utk figur sekaliber MH..Tapi kayaknya ibu MH ini sejak kalah di pilkada banten emang kesannya suka berkonfrontasi dengan pihak lain…Gaktau kenapa..? hehehe.Mungkin ada yang tau..? Salam kenal Pak..Dari wong Tuban..

  • Matt 5 years ago

    Salam,

    Hari2 ber blogwalking saya akhir2 ini terganggu dgn kasus MH dkk. Soalnya saya jadi pengen tahu apa sih sebenernya pokok masalahnya, dan pokoknya juga ga jelas, eeeeh malah ditambah kasus edit komen…PArah tuh tante…

    Ibarat kata yg alumni IPB aja pada bingung sama ni tante, apalagi saya yang bukan, tp saya jadi bersyukur beliau kalah dalam pemilihan gubernur, karena apa, yaaaa karena kek gini mentalnya…Tepok jidat daaaaah

  • wiwi math IPB 5 years ago

    banyak hal yang harus diperhatikan lagi, terutama dalam hal berbicara…
    memberi nasehat adalah hal yang wajib dilakukan namun bukan dengan menyakiti hati seseorang…
    dendam bukan suatu sifat yang dianjurkan dalam Islam maupun agama apapun…

    Maaf saya adalah mahasiswa IPB dan saya pun agak tidak nyaman dengan cara tante Marissa dalam menyampaikan pendapat, saya hanya takut masyarakat jadi menganggap bahwa lulusan IPB tidak bisa menyampaikan pendapat dengan baik tanpa menyakiti seseorang…
    Tante Marissa yang lulusan S3 saja begitu cara bicaranya,nanti orang berfikiran bagaimana yang lulusan S1 dan S2 nya?? Bisa2 lebih parah lagi…(Takutnya begitu cara pandang masyarakat terhadap lulusan IPB)

  • Gopas Devando 5 years ago

    Setelah akhirnya saya pulang dan mendapati infotainment berisikan ttg ini, saya coba cari permasalahan. Tidak ingin menyimpulkan yg aneh-aneh. Tapi, kalau kejadian “komentar yang di-edit”, termasuk keterlaluan, terlebih lagi untuk kepentingan pribadi si pemilik blog.

    Tetap bersabar,mas.

  • Tika Sinaga 5 years ago

    Saya jadi bertanya tanya nih pada Rektor IPB, apa program Doktoral IPB enggak mempersiapkan para intelektual lulusan mereka bagaimana hidup bermasyarakat dan bagaimana cara menggunakan gelar yang berat itu? ngeri banget sih nih… Itu kan alumninya Pak SBY yah mas? hehehehehehehe (saya hanya melebih-lebihkan saja mempertanyakan IPB): KITA, begitu juga semua orang waras tahu apa ini semua sebenarnya)

  • Tika Sinaga 5 years ago

    Saya menulis di Status Facebook saya sbb: “Banyak sekali orang kelebihan waktu, sampai hal kecil minta Polisi yang ngurus. Masalah debat kusir di twitter suruh Polisi yang urus. Taukah mereka banyak orang yang memerlukan Polisi untuk urusan-urusan yang lebih penting?”; Komentar teman-teman saya malah lebih sadis. Pasti ada yang tidak waras nih. Mosok urusan gini sampai merubah komentar orang, sampai lapor polisi, sampai perang sama ABG. Terus kita lupa, bahwa inti permasalahannya adalah kita mau dunia tau kita ini orang intelek? Sekolah tinggi??????????? ??????

  • rangga 5 years ago

    memang banyak keanehan seputar beliau..
    kalau ada waktu luang coba buka blog Christine Natalia Panjaitan juga blog Maringan Tobing (suami CP)

  • @unggulcenter 5 years ago

    Saya ke blog itu dan ternyata komentar saya juga dihapus. Padahal apa gunanya? Saya membalas komentar nya @mataharitimoer kok. Dan itupun ga ada hubungan dengan isi blog!

    Benar nih.. lebay super duper lebay gak penting banget dan keliatan orangnya (maaf) bego.

  • mimi 5 years ago

    hihihi
    maklum saya punya Blog tahun 2005, tapi setelah itu tidak pernah saya sambangi lagi, passwordpun lupa.

    klo begitu, saya pikir Pencipta Blog itu tidak canggih yah pemikirannya, kok komen bisa di Edit?
    diluar Kode Etik, seharusnya pemikiran tentang Edit komen itu terpikirkan oleh si Pencipta Blog.
    beruntung saya tidak bermain” di Blog yg keamanannya minim.

  • mimi 5 years ago

    Punten mau tanya,
    memangnya komen di Blog itu bisa di Edit yah?
    kan klo di FB jelas engga bisa, paling bisa’nya di hapus saja, atau menunggu konfirmasi apakah si Empu nya FB bersedia menerbitkan komen tersebut atau tidak, tapi sekali lagi bukan di Edit,,

    tapi klo memang komen di Blog bisa di Edit, apa tidak terpikirkan oleh Pencipta Blog (bukan Pemilik loh ya) tsb yah bahwa bisa menimbulkan hal” yg Rancu dan Ganjil?
    terdengarnya kok Aneh yah suatu komen di Blog bisa di Edit??

    saya mohon diajari bagaimana caranya komen di suatu blog bisa di Edit,
    maklum saya Gaptek nih,

    Terima Kasih,,

  • Aditya Eka Prawira 5 years ago

    semakin strees saja MH itu. Kalau memang itu dibajak atau apalah yang sebenarnya bukan MH dibalik itu semua, kenapa dia ga muncul ke publik dan menjelaskan semuanya?

  • wongkamfung 5 years ago

    Saya hanya berharap semoga komentar ini tidak diubah dan dimanipulasi pemilik blog ini. ;D

    Salam persahablogan,

  • risa83 5 years ago

    Bbrp hari lalu sy mlihat blog nya MH.. (Dr awal rasa pnasaran, apakah separah itu, dan trnyta brujung, prihatin, krn betul2 di luar dugaan dan betul2 lebih parah dari yg di bayangkan)..
    Sepertinya MH jauh dari kebahagiaan.. Membahagiakan dirinya dgn caranya sndiri, bkn atas penilaian org bhwa dia bahagia.. Cara bertutur bahasanya dan sikap emosinya, memang tidak sepadan dgn smua gelar duniawinya (bahkan dengan usianya).. Sangat tidak damai dan tidak menghijabi hatinya dengan ilmu yg d milikinya.. Smoga smua ini bs mjadi contoh, pelajaran, bahwa sluas apapun gelar tdk ada artinya jika tdk di imbangi dgn kearifan hati dan kecerdasan moral.. Apabila smua d landasi dgn emosi (yg berlebihan, dan akal sudah di tanggalkan) smua akan mjadi bumerang.. #beruntunglah kita, msh d berikan ksmptn, utk mgambil plajaran dr kejadian ini.. : )
    Salam kenal dan salam dukungan utk Mas Rudi.. (Etika dan kebenaran memang sudah seharusnya di tegakan jika d’salah’ tujuan kan oleh seseorang)

  • Kaka 5 years ago

    Setelah baca semua referensi akhirnya sampai pada 1 kesimpulankayanya MH butuh penanganan profesional (baca : Psikiater) dehliat kata2 dari blog-nya, komentar dia di channel youtube, kelakuan dia mengubah komen dari orang2, (diduga) menggunakan banyak akun palsu, bukan kelakuan orang normalini penyakit, jadi kita juga harus bijak menyikapinyasemoga keluarga MH mempunyai ketabahan dan kekuatan agar MH bisa sembuhbuat rekan2 blogger, sabar yaa :D

  • ipusyong 5 years ago

    Selamat malam,
    Awalnya saya baca thread orang sampe nyasar kesini.
    Sekedar berbagi, ibunda dari salah satu teman saya pernah membuat profile FB yg isinya kurang lebih seperti blog yg bersangkutan. Tidak hanya satu namun beberapa profile sekaligus. Isinya curahan hati yang meletup2 dengan huruf besar yang berulang2. Dan setelah diusut ternyata beliau memang ’sakit’ (Schizoprenia kalau tidak salah namanya seperti di film beautiful mind) jadi yg saya bisa anjurkan ke teman2 adalah untuk memakluminya. Semakin digosok komentarnya makin tajam. Kasihan keluarga beliau apalagi anak2nya :(

  • Cecilia 5 years ago

    Numpang nimbrung… Spt-nya MH ini kena gejala “post-power syndrome” ya…
    Anyway.., karma itu ada..; siapa menuai, pasti akan menabur kok..

  • Prana Pratiata 5 years ago

    MH itu sdh sakit dari jaman dulu… Kalau anda mengikuti blog detik di forgos (forum gossip), dulu dia pernah muncul… Nulisnya selalu men-jelek2an orang dengan tulisan2 berwarna merah dan besar2 !

    Di forum terzebut ada orang yang dia benci sekali, sampai2 MH datang ke kantor Detik untuk meminta ID orang tersebut atau Detik akan dia tuntut ! Bener2 gelo… Akhirnya itu forum di tutup dan di hapus oleh Detik.
    Seru bener itu waktu perang kata2nya… Bener2 sakit jiwa.

  • lintasophia 5 years ago

    Waduh, rame sekali di sini…. (Dimana ada MH, disitu ada keramaian… *smile).
    Niat awal, aku mau buat catatan tentang : contoh judul tulisan yang panjang -dengan mengambil contoh tulisan2 MH-, eh malah nyasar dimari. Saking serunya jadi lupa nulis.

    Salam kenal untuk semua.
    -Lintasophia-

  • Dian 5 years ago

    MH ini dari dulu banget sudah kumat di forum detik. Dia membabibuta dg mengulang-ulang tulisan dan photo yg sama (photo Atut). Persis seperti yg dia tulis di Youtube, Blog, dan Twitter. Gaya bhsnya sama banget. Tetapi merubah komentar orang lain adalah tindakan rendah yg keterlaluan. Bukannya merasa salah, malah mencari sekutu. Sebaiknya diberi pembelajaran.

  • yoszca 5 years ago

    Saya mungkin komentator pertama di artikel ‘busuk’ si Marissa Haque itu,karna saya komentar berselang semenit dari tulisan Marissa Haque publish, tapi komentar saya tak pernah ditampilkan di blog dia.

  • DeeDee Kartika 5 years ago

    Selamat Sore Bang Rudi..

    Saya DeeDee Kartika Djoemadi, orang yg dimaksud didalam Blog tersebut :) Salam kenal yaa.. Terimakasih sudah menulis kronologis komentar Bang Rudi yang diubah oleh beliau.. Semoga tidak terjadi lagi dikemudian hari.. Sukses selalu untuk para Blogger yang kreatif..

    Regards,
    DeeDee

  • Pasir Gadog 5 years ago

    Ass. Betul kawan, tindakan anda sudah benar..Sebagai seorang blogger siapapun harus mampu menghormati blogger lainnya, dengan tidak melakukan tindakan yang melanggar semisal copy paste tanpa referensi, mengganti isi koment pengunjung, komment yang menjelek-lekkan, SARA dan lain sebagainya. Tebarkanlah ilmu dan pengalaman lewat jejaring sosial, bukan permasalahan pribadi. Jika permasalahan pribadi sebaiknya diselesaikan di antara yang bersengketa lewat kekeluargaan atau jalur hukum. Terima kasih.. Salam persaudaraan semuanya. Subhan Agung

  • honeylizious 5 years ago

    salam kenal mas, saya juga dengar banyak blogger lain yang mengalami hal yang sama….

    :D

    yang waras menjauh aja deh kalo begini adanya kan?

  • tessyong 5 years ago

    Wahduh yaampun Mbak MH.
    Sejak permasalahan ‘dada Vina Panduwinata’ saya juga sudah menduga ada yang tidak beres dengan MH. Baca postingan blog nya saat itu, bahasanya tidak mencerminkan seorang muslimah. And then postingan berikutnya, berikutnya, tweet-tweet nya, upload foto-foto gak penting (Addie MS dan Christina Panjaitan, dsb dsb) hingga kasus mengubah komentar2 spt ini, saya rasa dia punya semacam penyakit kejiwaan (semacam Narsisme).

    err… faham ya? (smile) hahahha.

  • dobelden 5 years ago

    harus direport komplain ke pengelola blogdetik juga, karena kalau mau diteruskan ini bisa terjerat UU ITE dan implikasinya hukum tentu.

    @Silly : mungkin bener kata Addie MS dan memes, ibu ini sedang “sakit” saya lupa nama jenis sakitnya.

  • rudigints 5 years ago

    Salam Silly,

    Semua kita punya emosi dan orang yang emosi juga kita masih bisa pahami. Namun yang aneh dalam kasus ini adalah emosi, sombong, angkuh dan seperti TIDAK TERDIDIK. Memalukan sekali itu terjadi pada diri seorang yang di sebut ARTIS, pernah duduk di DPR, pernah mencalonkan diri jadi Gubernur dan sengan seabrek gelar akademis. Dari sekitar 40 blog yang di milikinya, hampir semuanya isinya menghujat orang, sangat berbeda sekali dengan blog yang dimiliki suaminya. Dan belum lagi di youtube.

    Kayaknya semua itu bentuk “stres” dan akumulasi ilmu yang tidak tersalurkan, hehehehe

    salam

  • Silly 5 years ago

    *speechless…

    I never thought she is sooooooo…..

    Ah, pokoknya sampe tadi sebelum baca posting2 soal edit komen, saya masih berfikir beliau sedang marah luar biasa sehingga meluapkan emosinya sedemikian tidak terkontrol… tetapi mengubah komen dan memposting kembali tanpa peduli bahwa satu saat tulisan itu akan dibaca kembali oleh pengkomen asli, rasanya kok kayak terlalu… apa yah.. sangat sangat pendek akal… (sudah berusaha mencari bahasa yang paling sopan untuk mengungkapkan ini).

    Ahhh… world… :(

  • httsan 5 years ago

    Mengikuti gonjang-ganjing perubahan komentar rekan-rekan blogger di blog MH, banyak kemungkinan dapat terjadi dibalik semua ini.

    Saya sendiri (kemudian) sungkan membaca tulisan yg bermasalah tersebut karena memang jauh dari citra yang saya rekam selama ini terhadap “pemilik blog” tersebut… ehm…

    Menjadi pelajaran bagus untuk diri saya sendiri dalam berurusan dengan “gaya hidup” Web 2.0.

    Ikut prihatin. Salam.
    : )

  • xtetra 5 years ago

    jadi pelajaran untuk komen di blog juga harus hati2 :(

  • Agus Lahinta 5 years ago

    Sabar Mas Rudi, memang aneh mbaca blog si MH itu, super ngaco isinya. Titlenya Fastabiqul Khairat tapi isinya bernada benci semua. Dan parahnya sampai menghalalkan segala cara dengan mencoba memfitnah orang dengan caranya sendiri.

    Semoga kita tidak tergolong orang-orang seperti dia, amin.

  • OctaNH 5 years ago

    Dari peluru nyasar, sampe senjata makan tuan…. Sampe jadi masalah yang terlalu lucu buat dibahas. :D Tapi masalah hapus-edit komen ini bikin saya sebel juga. *emosi*

    Saya rasa masalah ini harusnya jadi pembelajaran buat Mbak MH: betapa kuatnya pengaruh blog dan twitter. Dan mungkin satu hal yang beliau belum sadar: di belakang komen itu ada orang yang menuliskannya, manusia juga, sama seperti beliau. :)

    Yang sabar ya, Mas. *berusaha menghibur*

  • MT 5 years ago

    begitulah MH, infantil. sudah, setelah ini, lupakan saja. kita lakukan hal lain yang lebih beretika agar MH bisa belajar :)

  • Trisnoaji 5 years ago

    waktu mau komentar di blog MH aku sudah ragu, ternyata keputusanku utk tdk komentar ada baiknya. Daripada aku komentar di blog MH mendingan aku komentar disini, mudah-mudahan si MH baca blog kang Rudigints ini.

    Komentarku utk MH: MEMALUKAN!

  • melly 5 years ago

    Parah bgt itu MH.. titel doank yg berpendidikan..tp gak bisa mencerna efek dunia maya dan pandangan org terhadap dia..
    merubah komentar org lain apalagi isinya menjelek2an gitu.. udah stres kali tuh bu MH :D

  • Ocehanburung 5 years ago

    Mungkin ga kalo pemilik Blog itu ternyata bukan Bu Marissa Haque ???

    saya juga aneh sih waktu baca postingannya.. keliatan ga bisa jaga emosi… ga tau deh….

    tapi tetap saya aneh, bu marrisa bisa jadi kaya gitu…

    terlalu emosi mungkin.. atau terlalu pusing…

  • veraRizky 5 years ago

    Prihatin ya mas kalau seorang idola berpendidikan tinggi ber kata2 kasar layaknya orang yang tidak mengenyam pendidikan, membohongi publik, memutar balikan fakta untuk tujuan pribadinya, seolah2 orang mendukung dirinya, pelajaran yang sangat bermanfaat untuk kita semua yang aktif di socmed, untuk tidak bertindak gegabah.

  • Blackgerry Syukur 5 years ago

    saya hampir mau bikin komentar, tapi pas dilihat ada komentar @nonadita yang menurut saya gak dia banget … terus saya lihat bahasanya kok sama semua komentar itu … wow ini pasti digarap sapa MH, jadi teringat kasus - kasus beliau di Kompasiana yang sejenis … ngubah komentar dan bikin komentar palsu … :)

  • Bugi 5 years ago

    Ikut prihatin. Sedih lihat blogger (MH) berprilaku demikian - contoh yang baik untuk kita agar tidak mengikuti cara/perilaku MH - Mungkin MH perlu diikutkan di program ‘internet sehat’? ;-)
    Ayo dukung kebenaran!

  • diandono 5 years ago

    Terima kasih telah berbagi pengalaman, pelajaran penting semoga tidak terulang dan terjadi pada orang lain.
    salam kenal

  • Erfano Nalakiano 5 years ago

    Kalau kurang bukti, semua komentar sudah aku print screen, aku juga gak mau ikut2an masalah MH yg gak penting ini. Tapi jadi masalah bersama ketika komentar di blog dari teman2 blogger diubah seenaknya sendiri. Setuju, rasanya untuk sekaliber hajjah dan doktor tidak layak menuliskan tulisan yg bagi saya pribadi seperti tulisan ABG labil…
    Pemilik blog punya hak untuk menghapus komentar yg masuk, tapi tidak punya hak untuk mengubahnya….ini hal yg merugikan!
    Mungkin… seorang yg berpendidikan dengan titel bejibun seperti MH perlu belajar banyak tentang blog…dan tentang etika menulis di blog (sorry)!
    Salam, Seru jadi Guru :D

-

Author

Follow Me

Search

Recent Post